Kang rekza
Sosok mbah Mutamakin Kajen pada catatan sejarah Islam dan Jawa dalam tradisi, merupakan sosok yang mempunyai faham pemikiran keagamaan yang fenomenal.
Dalam menentukan tipologi pemikiran dan paham keagamaan mbah Mutamakin yang tersurat pada serat cibolek, akan lebih tepat jika digunakan pola pikir tipologik yang merupakan kelanjutan dari pemikiran kategorik. Pola pikir ini menggunakan beberapa sudut pandang, yang antara lain ; hubungan ajaran agama dengan ruang dan waktu, hubungan antara norma dan realitas social dan paham keagamaan yang merupakan singkronisasi antara syari’ah, mistisme dan sufisme.
Dilihat darisudut pandang tersebut, al-Mutamakin hadir dalam situasi ; pertama, hadir dalam ke-gelisah-an terhadap perubahan nilai serta kebingungan terhadap munculnya kekuatan kolonial yang mengakibatkan terjadinya banyak perpecahan di kerajaan-kerajaan, sehingga, kedua,ia membutuhkan penguatan kekuasaan raja sebagai pemegang kuasa agama, yaitu dengan konsep raja-sufi yang diperkenankan untuk menafsirkan agama. Ketiga, terjadinya gerakan neo-sufisme di Timur Tengah, sehingga alumni Timur Tengah dicurigai telah terkontaminasi dan ajaranya tidak sesuai dengan aliran yang sudah diyakini oleh orang jawa.. Keempat, problem dialektika berbagai tradisi, yaiti tradisi pra-Islam, tradisi Arab (Islam murni), idiologi Jawa dan neo-sufisme, antara agama dan mitos.
Dalam sudut pandang tesebut, pemikiran dan paham keagamaan mbah mutamakkin dapat dikategorikan sebagai ;sikap kritis epistimologis, dialektik antara Islam dan kearifan local (local wisdom).
Mbah Mutamakkin dalam praktek syari’ahnya sebagaimana tercantum pada karyanya tetap mengikuti paham kebanyakan di Jawa yaitu Syafi’iyah, sememtara teologinya dalam kerangka Asy’ariyah meski ia memberi penyempurnaan dengan menukil beberapa pendapat ulama salafi yang rasional, seperti Ibnu Arobi, meski tidak seradikal Syeh Siti Jenar yang mengesampingkan aspek social. Sehingga tasawufnya cenderung tasawuf falsafi dan syari’ahnya menerapkan syari’ah amaly. Wallahu a’lam
Senin, 04 Agustus 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
